Semoga Sekitar 2022 Kita Udah Bisa Jualan Drone Tempur Ya

Indonesia akhirnya resmi ikut ‘bermain’ di sektor kendaraan udara tak berawak (unmanned Aerial Vehicle / UAV) atau drone. Hal itu dipastikan kala PT Dirgantara Indonesia (Persero) memperkenalkan prototipe yang disebut Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) tipe Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) Elang Hitam pada 30 Desember 2019.

Selang beberapa bulan kemudian, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro pada 6 Februari 2020 menyampaikan arahan dari Presiden Joko Widodo agar produksi drone untuk keperluan militer segera diproduksi massal.

Rencana produksi massal yang semula ditarget dapat dilakukan pada 2024 pun akhirnya dipercepat menjadi 2022. Tidak hanya itu, anggaran untuk membuat 5 prototipe Elang Hitam juga ikut terkatrol naik, dari yang semula Rp800 miliar menjadi Rp1,1 triliun. Menristek mengatakan kebutuhan dana yang naik itu karena proses waktu pengerjaan yang dipercepat.

Selain ingin mendapat cuan dari industri drone bersenjata, dengan memiliki teknologi yang independen Indonesia juga dapat membatasi pengintaian dari negara lain.

Nah, lantas sejak kapan ya trend drone bersenjata mulai muncul dan negara mana yang pertama menggunakannya? Simak ulasan lengkapnya langsung di #Bisnisgrafik yuk. 🤗

Sumber: bisnis.com