Sebelum membuka Rakornas Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Serpong, Tangerang Selatan, kemarin, saya meninjau pameran produk inovasi karya anak bangsa. Beberapa di antara produk inovasi itu adalah teknologi pengolahan pangan fungsional, metabolite stem cell, drone elang hitam, katalis merah putih, dan lain-lain. Luar biasa.

Melihat karya inovasi itu semua, saya senang dan berharap BRIN bisa lebih jauh lagi: mengorkestrasi pengembangan proyek-proyek riset yang sangat strategis, yang meningkatkan kesejahteraan rakyat, memecahkan permasalahan bangsa, dan memanfaatkan peluang global bagi kemajuan negara Indonesia.

BRIN harus harus turun dan keliling, identifikasi riset-riset inovatif dan strategis, identifikasi masalah-masalah yang ada dari hulu sampai hilir, dan selesaikan kesulitan-kesulitan yang ada lewat riset dan inovasi.

Saya tidak ingin jika riset-riset yang dilakukan hanya menghasilkan laporan yang akan ditumpuk di lemari. Anggaran riset Indonesia yang tersebar di berbagai lembaga riset dan penelitian, jika digabungkan nilainya mencapai Rp27,1 triliun. Apabila kita manfaatkan secara optimal, fokus pada tema-tema strategis dan solutif, saya yakin hasil riset kita akan berdampak pada kemajuan bangsa.